Beautiful Stories


The Owner

Hi hi! ^^ My name's Ayesha. Live in Jakarta, Indonesia. I love books. Book is my life! Well, enjoy navigating here! PS : DON'T EVER OPEN MY PAGE SOURCE!



Tagboard


Blog Archive


My Banner

Tell me at CBox if you wanna exchange. You put my banner first okay? Kecuali kalau aku yang minta.. You delete mine, i delete you. Deal?




Copy this code!


Ask Me

No harsh word please? Sertakan namamu!



Contact Me

: Ayesha Kamila Rafifah
: @ayeshakamila
: Don't have
: ayeshakamilarafifah.blogspot.com

Backgrounds

Background #1 Background #2 Background #3

Credits

© 2013 - Edited by Meiza Maulida, full template by Anugerah Salsa, and the basecode from Arrien Amani. Best helping by Amatullah Mufida Cute icon from Pixel. Last, the owner is Ayesha!
CerPen: Whoops!!
Jumat, 19 Juli 2013 | 0 Friend[s]
-Suatu pagi di rumah Anbelle..-
     “Bundaaa!! Liat uangku yang lima puluh ribuan nggak? Yang kutaruh di dompet kainku ini lhoo.. Kok hilang sih?” teriak Anbelle pada suatu pagi yang cerah.
     “Aduh, ada apa sih Anbelle? Pagi-pagi sudah ribut saja. Uangmu? Kan Bunda gak pernah berurusan sama dompetmu Anbelle.. Mana mungkin Bunda tahu?” ujar Bunda.
     “Aduuhh.. Gawat deh! Kan ada uang lima puluh ribuanku di situ! Itu uang banyak Bunda! Gimana dong??” histeris Anbelle.

 
     “Yaaa.. Salahmu sendiri dong! Makanya, kamu itu harus lebih disiplin dengan barang-barangmu! Apalagi uang, jumlahnya besar lagi! Jangan ceroboh meletakkannya, Anbelle.. Nah, sekarang kau carilah uangmu itu, toh Bunda kan tidak salah, walaupun akan Bunda bantu sedikit-sedikit,” suruh Bunda.
     Anbelle menggerutu, sambil berlari menuju kamarnya. Dia membanting pintu kamar, sampai kakaknya Anbelle, namanya Kak Clara hampir jatuh ke lantai dari kasurnya. Bunda buru-buru menyusul Anbelle ke kamarnya, membuka pintu lembut.
     “Anbelle, kenapa? Soal uang itu? Ya sudahlah, ayo, Bunda bantu cari uangnya..” tawar Bunda.
     “Huuuh! Sia-sia! Uang itu tinggi sekali nilainya Bunda! Hiks.. Padahal kukumpulkan dengan usaha sendiri.. Ke-kenapa bisa hilang.. Huaaaa!!” Anbelle langsung menangis.Ya iyalah, uang lima puluh ribu itu kan termasuk tinggi nilainya!
     “Sudah, menangis tak akan menyelesaikan masalah. Lebih baik kita cari sekarang, yang sangat teliti. Mungkin terjatuh atau kau lupa menaruhnya dimana.. Mungkin saja masih ada harapan lain, ayolah Anbelle!” ajak Bunda. Sayang, Anbelle tak mau bergerak. Bunda terus saja membujuk Anbelle, sampai 15 menit, barulah Anbelle beranjak, mencari uangnya di seluruh rumahnya.
    Satu jam pas, mereka selesai mencari. Dan dalam waktu satu jam itu pula mereka tak berhasil menemukan uang Anbelle. Anbelle sudah letih dan lesu, pasrah saja. Mungkin memang bukan rezekinya mendapat uang sebanyak itu.. Sampai malam, Anbelle tetap tak bisa menemukan uangnya. Sementara Bunda dan Kak Clara terus menerus menghiburnya. Anbelle lalu tidur, menunggu hari esok
-Besoknya di sekolah…-
     “Halo Melly! Beli apa sekarang?” sapa Anbelle. Ceria, lupa akan masalah yang kemarin membuatnya uring-uringan. Melly adalah sahabat dekat Anbelle. Anbelle dan Melly sudah bersahabat sejak masuk SD. Sekarang mereka sedang di kantin, memesan makanan utama yang tersedia di kantin.
     “Halo juga Anbelle! Iya nih, aku mesen mie pangsit dengan jus lemon. Kamu sendiri?” sahut Melly, tak kalah ceria.
     “Aku hanya mesan milkshake cokelat dan waffle dengan cokelat cair kok, soalnya aku gak terlalu lapar, hehehe..” jawab Anbelle. Mereka menikmati makanan dan minuman masing-masing sambil mengobrol, ketika tiba-tiba Anbelle berhenti makan, hampir saja tersedak.
     “Lho.. Anbelle? Kamu kenapa berhenti? Nanti tersedak lho!” teriak Melly kaget.
     “Uhuk, uhuk! I.. Iya Melly.Aku cuma teringat sesuatu. Aku pengen curhat nih sama kamu.. Soalnya, uangku hilang! Sudah kukelilingi seluruh rumah, tapi tak kudapatkan! Huhuhu.. Padahal jumlah uang itu besar Melly, lima puluh ribu.. Huhu.. Gimana dong, bisa bantu aku cari uangku gak??” cerita Anbelle, sambil bersandar ke bahu Melly, memohon. Melly juga akhirnya hampir  tersedak.
     “A.. Apa?! Lima puluh ribu rupiah?? Berarti kamu tuh rugi besar, Anbelle!! Waduh, susah tuh nyarinya, tapi uang segitu mah harus ketemu Anbelle! Itu uang bernilai besar! Ya ampun.. Kapan terakhir kali kamu menyimpannya? Atau terjatuh? Aaah..Harusnya kamu gak ceroboh, disiplin dooong, disiplin!” jerit Melly kaget.
     “Pssstt.. Ngomongnya jangan teriak-teriak Melly, lihat sebabnya! Anak-anak pada nengok tuh!” bisik Anbelle, merinding karena malu. Melly menutup mulutnya, tersenyum sambil mengacungkan jarinya, membentuk huruf V. Anbelle cuma bisa mengangguk.
     “E-eh.. Maaf ya teman-teman.. Ki-kita pergi dulu, permisiii..” Anbelle dan Melly segera berlari meninggalkan kantin secepat mereka bisa lalu menuju taman, dan duduk di kursi taman.
     To the point ya Anbelle, kamu pernah gak sih menggunakan uang itu untuk membeli sesuatu?” Tanya Melly langsung. Anbelle memutar matanya.
     “Mmm.. Seingatku sih, enggak pernah Melly.” ujar Anbelle. Melly mengangguk.
     “Kok aku baru lihat jam tanganmu? Lucu, warnanya ungu-pink! Ada gambar Hello Kittynya.. Tapi apa kamu menggunakan uang itu untuk membelinya? Berapa harganya maksudku?” Tanya Melly lagi.
     “Lima puluh ribu. Tapii.. Itu uang yang diberikan Bundaku kok!” ujar Anbelle membela diri. Melly mengerutkan dahinya.
     “Terus, kapan kamu membeli jam itu coba? Ingat-ingat deh!” kata Melly, tetap mencoba.
     “Mmm.. Ketika sehabis aku berjualan jepitan dan dompet kain di sekolah! Nah, kan dalam 2 hari jualannya habis tuh ,nah pas hari abisnya aku beli jam Hello Kitty ini! Pas besoknya, uangnya ketika dicari sudah hilang, raib! Mungkin jatuh atau ada orang yang mengambilnya.. Huh!” dengus Anbelle. Alis Melly terangkat, matanya membulat.
     “Itu dia! Kau sendiri yang telah mengakuinya, kan? Aku telah memecahkan masalah ini!” teriak Melly, membuat Anbelle terlompat.
     “Memecahkannya? Kamu tahu dimana uangku berada? Kamu kan belum tahu detail banget!” desis Anbelle, matanya menyipit.
     “Yep, aku sudah memecahkannya. Pasti uang lima puluh ribu itu kan hasil jualanmu. Uang itu hilang setelah kamu membeli jam Hello Kitty ini seharga lima puluh ribu. Aduh, Anbelle.. Kenapa kamu tak berpikir? Uangmu hilang karena memang kamu sudah memakainya untuk membeli jam ini! Memang saat membeli jam itu kamu tidak sadar yang kamu gunakan uang lima puluh ribumu sendiri.” Melly menarik napas.
      “Uang itu hilang ketika kamu membeli jam itu kan? Dan jam itu kamu beli setelah dapat uang lima puluh ribu kan? Itu fakta yang masuk akal dan nyambung.. Berarti uangmu tidak hilang, tapi memang sudah kau pakai Anbelle!” Melly mengulum senyum penuh kemenangan. Anbelle cuma bisa melongo.
     “Pintar banget sih kau ini Melly. Makasih banget ya, sekarang aku gak perlu panik  nyari uangku lagi. Ternyata memang sudah kugunakan.. Makasih ya Melly!” kata Anbelle setelah lepas dari bengongnya. Melly tertawa.
     “Sama-sama. Belnya udah bunyi tuh. Kita masuk kelas yuk! Mungkin Miss Leouna sudah datang.” Melly menarik tangan Anbelle ke kelas, meninggalkan taman.
-Di rumah..-
     “Bunda, maaf kemarin Anbelle marah-marah. Ternyata uangnya memang Anbelle pakai untuk membeli jam ini. Melly yang memecahkan masalahnya.. Maaf, Anbelle memang ceroboh!” sesal Anbelle minta maaf. Bunda tersenyum.
     “Untung kamu sudah sadar. Makanya, kamu jangan lagi ceroboh! Harus tertib dan disiplin dengan barang-barangmu ya! Jangan suka lupa, ternyata sudah kamu belanjakan uangnya. Untung Melly temanmu baik hati, mau mencoba menelusuri kehilangan uangmu. Berterima kasihlah pada Melly, sudah mau ikut mencari tahu tentang uangmu. Nah, sekarang kamu tahu kan sebagaimana pentingnya barang-barang itu? Sekarang janji ya, harus disiplin!” kata Bunda.
     “Iya, janji Bunda! Anbelle gak akan ceroboh lagi! Tapi.. Tadi Bunda sempat bilang, 'untunglah kamu sudah sadar' berarti Bunda tahu dong, uang itu buat beli jam ini?” tanya Anbelle sambil menyipitkan matanya. 
     "Hahahaha.. Enggak juga.. Cuma perasaan.. Hihi.." tawa Bunda disusul Anbelle, sambil memandang keluar jendela, dimana tumbuh sebuah semak bunga melati yang masih berembun. Indahnya..
 

Poskan Komentar


Newer Post
Older Post