Beautiful Stories


The Owner

Hi hi! ^^ My name's Ayesha. Live in Jakarta, Indonesia. I love books. Book is my life! Well, enjoy navigating here! PS : DON'T EVER OPEN MY PAGE SOURCE!



Tagboard


Blog Archive


My Banner

Tell me at CBox if you wanna exchange. You put my banner first okay? Kecuali kalau aku yang minta.. You delete mine, i delete you. Deal?




Copy this code!


Ask Me

No harsh word please? Sertakan namamu!



Contact Me

: Ayesha Kamila Rafifah
: @ayeshakamila
: Don't have
: ayeshakamilarafifah.blogspot.com

Backgrounds

Background #1 Background #2 Background #3

Credits

© 2013 - Edited by Meiza Maulida, full template by Anugerah Salsa, and the basecode from Arrien Amani. Best helping by Amatullah Mufida Cute icon from Pixel. Last, the owner is Ayesha!
CerPen: Petty, New Rising Author!
Minggu, 21 Juli 2013 | 0 Friend[s]
     Di sebuah komplek besar, seorang gadis bernama Petty sedang bermain komputer di rumahnya. Petty adalah seorang penulis. Tiap hari, dia selalu mengarang cerita baru. Petty sangat pintar mengarang. Sebetulnya, banyak sekali karya Petty. Dia sudah menghasilkan enam buku! Dan keenamnya sudah ditaruh di perpustakaan sekolah. Pettty sering sekali memenangi lomba. Tapi,belum pernah antar negara. Harapan Petty hanyalah menghasilkan buku-buku lainnya.
      Petty bersekolah di SD Temainer dan sudah kelas 6 SD. Umurnya pun sudah 12 tahun. Saat itu di sekolah, Petty sedang belajar Bahasa Indonesia di sekolahnya. Tiba-tiba, Petty dipanggil oleh salah satu gurunya ke ruang kepala sekolah.

 
      “Petty! Maaf, kamu dipanggil oleh Ms.Anymes ke ruang kepala sekolah. Ayo cepat! Kata Ms.Anymes, kamu akan dapat kejutan menarik.” Panggil Mr.Talfik. Petty keluar kelas, agak kebingungan.
Beberapa saat kemudian, dia sudah tiba di kantor kepala sekolah. Ms.Anymes menyambutnya dengan tersenyum lebar. Beliau mengambil secarik kertas dari laci meja. Tampak seperti surat kontrak penting.
      “Petty, dari seluruh anak di Indonesia, kamu yang terpilih! Petty, bacalah surat ini. Miss bangga punya murid seperti kau. Atas izin Ms.Anymes, kamu boleh libur 2 minggu, Petty! Kamu akan lelah jika ditambah dengan sekolah.” Ujar Ms.Anymes misterius.
      Petty mengambil surat itu. Dibacanya perlahan, penasaran sekali. Tak lama, dia sudah terperanjat, kaget. Mau tahu isinya? Cekidot dong!!
 
Assalamu’alaikum. Wr. Wb.
 
     Halo Petty! Senang sekali bisa memberitahu kabar gembira ini. Semoga, kau bisa menikmatinya. Petty, kamu telah terpilih untuk ikut lomba menulis buku untuk kejuaraan antar-negara! Lawanmu adalah penulis cilik dari Korea, Inggris, China, dan Rusia. Kamulah yang akan mewakili seluruh pulau di Indonesia ini untuk bertempur melawan para penulis cilik lain.
      Petty, waktu menulis buku ini adalah 2 bulan. Petty, semua percaya kamu akan bisa jadi pemenangnya. Jika sudah lewat 2 bulan, kamu akan dijemput dengan bis untuk ke Bandara Soekarno Hatta di Banten. Ajak orangtuamu dan keluargamu. Kamu akan mempunyai satu teman dari Indonesia yang juga terpilih, namanya Yeona.
      Kamu akan menginap di Inggris kira-kira 5 hari. Disana, akan diumumkan siapa pemenangnya. Semua berharap banyak padamu, Petty. Berjuanglah, bangkitkan nama Indonesia!
Sofinia Lelaea
Panitia Indonesia & Editor
 
     Petty bersorak gembira. Dia hampir saja mau berteriak-teriak, kalau tak ingat dia ada di ruangan khusus. Oh ya, suratnya sangat singkat dan tidak terlalu formal, ya? Tak tahulah. Yang pasti, Petty senang sekali!
      “Senang ya? Besok kan hari Kamis. Kamu boleh mulai mengarang besok. Kamu mulai libur minggu besok, ya!” jelas Ms.Anymes sambil tersenyum simpul. Petty mengangguk lalu balas tersenyum.
      “Ms.Anymes, ngomong-ngomong Yeona itu sekolah dimana? Umur berapa? Tinggal dimana? Anaknya bagaimana?” Tanya Petty penasaran. Ms.Anymes tertawa.
      “Kalau tahu kau akan bertanya seperti itu, Petty, kau mungkin lebih baik membaca surat ini,” Ms.Anymes memberikan selembar surat lagi. Tampak seperti surat pribadi. Ternyata, itu tulisan tangan Yeona. Bunyinya:

Assalamu’alaikum. Wr. Wb.
      Petty! Senang bisa punya sahabat pena, sementara kau sudah tahu kan, kita akan ikut perlombaan antar-negara? Kuharap kau bisa bersiap-siap mulai besok. Oh, Petty! Kita tak boleh menelepon. Kita harus berkirim surat. Kenapa? Kak editor ingin melatih bahasa kita dalam surat. Kamu pasti tak keberatan.
      Petty, untuk biodataku, kamu pasti penasaran. Hmm.. Begini ya. 
Nama Lengkap: Yeona Shasie Gaqlly.
Nama Panggilan: Yeona.
TTL: 28 Maret 2013.
Alamat: Bogor.
Sekolah dan Kelas: SD Viviela dan kelas 6 SD.
Umur: 9 tahun.
     Hihi, segitu dulu saja deh.. Oh ya! Petty, berapa banyak buku yang sudah kau hasilkan? Aku sudah punya 4 buku, lho! Kutunggu jawabanmu ya.. Hm, sampai disini dulu ya Petty. Dah!
Yeona
Temanmu
      “Jadi, Yeona juga disuruh mengirim surat? Berarti, dia lebih dulu diberitahu, dong!” ujar Petty menyimpulkan. Ms.Anymes mengangguk. Beliau mengeluarkan secarik kertas dari rak buku kecil di samping meja. Diberikannya pada Petty. Petty mulai membaca lagi.
       Assalamu'alaikum.
     Atas izin kepala sekolah, Petty murid kelas 6 SD Temainer diberi kebebasan selama pelajaran Bahasa Indonesia dia boleh berada di Library. Dimohon Petty membaca buku tentang Hiburan & Fantasi agar bisa membantunya untuk berkreativitas lebih baik.
     Wassalamu'alaikum.
Ms.Anymes
Principal
      “Wah, terima kasih Ms.Anymes! Kalau begitu, saya boleh ke perpustakaan sekarang? Oh.. Tak apa kan?” Tanya Petty. Ms.Anymes mengangguk-angguk.
      “Oh.. Ya sudah deh, aku ke ruang perpustakaan sekarang, ya Miss!” ujar Petty sambil keluar ruangan. Dia melangkah ke perpustakaan. Lalu, diserahkannya kertas perizinannya pada Mr.Haby, penjaga perpustakaan. Lalu, dia mulai asyik membaca buku.
      Sudah satu jam Petty asyik dengan bukunya. Karena sudah satu jam pelajaran, Petty dipersilakan kembali ke kelasnya. Di kelas, dia melanjutkan aktivitasnya sampai pulang. Mang U’un, ojek pribadinya, mengantarnya pulang ke rumah.
      “Bunda..!! Nda..! Nih lihat! Petty dapat surat lho Nda!!” teriak Petty sesampainya ke rumahnya. Bunda Petty muncul, masih memakai celemek.
      “Iya Petty? Ada surat apa? Boleh Bunda lihat?” Bunda melepaskan celemeknya.
      “Nih Bun.. Cuma aku yang dapet lho Bun! Pas belajar Bahasa Indonesia, dipanggil sama Ms.Anymes. Eh, dapet surat 2 lembar, lho! Terus diberi kebebasan baca buku di perpus selama satu jam!” cerita Petty.
      “Em.. Terpilih menjadi.. PERWAKILAN PENULIS UNTUK LOMBA ANTAR-NEGARA!!! Ya Allah, terima kasih.. Petty, kamu hebat, nak! Baik, jadwal belajarmu Bunda alihkan dahulu, agar bisa fokus ke tema cerita yang akan kamu buat. Ya!” Bunda kelihatan senang sekali.
      “Bunda, aku sudah punya ide untuk ceritaku. Kan,gak boleh cerita yang gaib kayak peri gitu.. Kan harus cerita sehari-sehari.. Aku mau ini.. Psst..ppsst..psst..”
      Tak terasa, 2 bulan sudah lewat. Karangan Petty sudah diedit 5 kali. Petty akan bersiap-siap pergi ke Inggris. Sore itu, Petty mengepak barang-barangnya untuk 5 hari tinggal di Inggris. Besok, Ayah, Bunda, Petty, dan adiknya Shella akan dijemput bis ke bandara Soekarno-Hatta.
      Besoknya..
      “Petty! Sarapan dulu, nak! Ayo, habis itu kita mandi dan siap-siap! Bisnya gak mungkin terlambat, lho!” omel Bunda. Petty dan Shella buru-buru menghabiskan makanan mereka, lalu mandi. Petty cuma memakai baju putih dan rok jeans. Bisnya pun datang. Keluarga Yeona sudah ada di dalam. Petty bermain dengan Yeona, sementara Shella dengan adik Yeona, Fitma. Akhirnya mereka sampai di bandara. Setelah menunggu sebentar, mereka terbang dengan pesawat. Setelah sehari.. Akhirnya mereka tiba di Inggris! Wow! Indah sekali. Mereka naik bis lagi ke Srichke Hotel.
      Sesampainya, mereka dapat kamar nomor 311. Semua dipersilakan berjalan-jalan dahulu. Petty sekeluarga pergi ke mall terkenal. Habis berbelanja sepuas-puasnya, mereka kembali ke hotel.
      Besoknya..
      Jam 6, Petty bangun dan langsung mandi. Dia memakai dress kuning dan celana hijau. Setelah siap semua, mereka turun ke lantai bawah, untuk sebuah makan pagi. Bis datang lagi untuk membawa peserta ke Mall Flatk. Yeona dan Petty disuruh ke tempat khusus, sedang ayah dan bunda serta Shella duduk di tempat duduk penonton. Acara dimulai dengan penyambutan, lalu musik dan konser. Dan, tibalah saat yang mendebarkan..
      “Ok, seluruh peserta acara lomba menulis ini! Time we begin a thrilling moment! Ya, kita akan mengumumkan pemenang.. Lomba menulis! We say it with where they from and.. Siapa nama mereka!” seru host acara. Jantung Petty serasa jumpalitan. Begitu pula Yeona, sepertinya. 
    “Untuk pemenang ketiga.." gantung MC. Ruangan hening.
     "CATTY DAN VEROL DARI RUSIA!!!” gelegar MC. Tepuk tangan menggema. Pemenang ketiga naik ke panggung dengan wajah luar biasa senang.
     “Untuk pemenang kedua.." lagi-lagi digantung.
     "LE NIYO DAN FI SHAMA DARI KOREA!!!” teriak MC. Tepuk tangan makin riuh. Petty agak kecewa, namanya tidak disebut-sebut. Tapi dia tetap berdoa. Pemenang kedua naik ke panggung, wajah mereka berseri-seri.
      “Dan ini dia.. Pemenang pertama adalah.." MC memejamkan mata, lalu meneliti ekspresi para peserta lomba dengan mata tajamnya.
     "ADALAH..!!" MC berhenti lagi. Petty mulai merasa kesal dan tidak sabaran. ia menahan napasnya, menutup matanya, lalu mulutnya komat-kamit berdoa.
     "PETTY DAN YEONA DARI INDONESIAAAA..!!! Selamat, selamat!! Dengan Petty yang menceritakan cerita hidupnya dalam bentuk kehidupan seorang gadis, dan Yeona yang menceritakan perempuan yang tak patah semangat! Congratulations! You're a rockin' girls author!! NEW RISING AUTHOR FROM INDONESIA!!!” Terikakan MC membahana. Mall terguncang menahan bahagia dan sedih. Petty dan Yeona sujud syukur senang. Petty hampir tidak bisa berdiri. Lututnya lemas menahan sesak kebahagiaan yang sangat menusuk. Petty menangis. Ya, dia menangis.
      Petty dan Yeona mendapatkan piala, uang, bingkisan, sertifikat apartemen untuk pribadi kapan saja, dan mahkota Bravo Author. Mereka berfoto, bersalaman, pokoknya hari itu paling bahagia bagi Petty.
Ya, Petty akan pulang esok bersama sobatnya Yeona. Sisa hari ini hanyalah menabungkan uangnya di bank, belanja, jalan-jalan, dan tidur. Saat tidur, Petty bermimpi menjadi putri penulis yang tak bisa dikalahkan.
      Besoknya..
     Yo semua! Pagi yang indah! Petty bersemangat bangun dan memakai baju tanpa lengan putih dan celana tiga perempat pink. Petty sudah siap dengan kopernya pagi ini, sudah kenyang sarapan, dan sudah berdiri lagi di bandara.
      Petty langsung terbang lagi ke Indonesia. Di perjalanan, dia mengemil cokelat pemberian Bunda. Tiba-tiba secara tidak sengaja, Petty melihat awan yang berbentuk dia, Yeona, Ayah, Bunda, Shella, Ms.Anymes, dan teman sekelasnya di sekolah sedang berpose sambil meloncat.Ya, awan itulah gambaran suasana hati Petty.
The End

Poskan Komentar


Newer Post
Older Post