Beautiful Stories


The Owner

Hi hi! ^^ My name's Ayesha. Live in Jakarta, Indonesia. I love books. Book is my life! Well, enjoy navigating here! PS : DON'T EVER OPEN MY PAGE SOURCE!



Tagboard


Blog Archive


My Banner

Tell me at CBox if you wanna exchange. You put my banner first okay? Kecuali kalau aku yang minta.. You delete mine, i delete you. Deal?




Copy this code!


Ask Me

No harsh word please? Sertakan namamu!



Contact Me

: Ayesha Kamila Rafifah
: @ayeshakamila
: Don't have
: ayeshakamilarafifah.blogspot.com

Backgrounds

Background #1 Background #2 Background #3

Credits

© 2013 - Edited by Meiza Maulida, full template by Anugerah Salsa, and the basecode from Arrien Amani. Best helping by Amatullah Mufida Cute icon from Pixel. Last, the owner is Ayesha!
Camping Di Gunung Salak #1
Senin, 23 Juni 2014 | 0 Friend[s]
Selasa, 24 Juni 2014.

     Hi friends! Kali ini aku mau cerita-cerita soal acara campingku di Gunung Salak, kemarin Sabtu-Senin. Yup, 3 hari 2 malam. Silahkan aja kalau mau baca.. ini sekadar share aja kok :)
     Kita berangkat siang. Kira-kira jam 11-an gitu deh.. Setelah beberapa kilo, makan siang dulu di sebuah warung yang lumayan desainnya (y) Lalu, kita cari musholla buat sholat. Tadinya mau janjian dengan Paman Opik dan keluarganya di sebuah masjid, tapi ternyata masjid tempat janjian itu kelewatan.. :P Akhirnya aku, Ayah, Bunda, dan adikku Rifqi sholat di musholla yang ada di pom bensin. Bunda sudah kasih tahu Paman Opik buat janjian di pom bensin, tapi justru sekarang malah Paman Opik yang kelewatan.. ._. Jadi akhirnya ketemu di sebuah warung makan, tepat sebelum pintu masuk Highland Park And Resort, Bogor.
     And, yes! Karena aku dan Bundaku baru saja minggu lalu ke Highland untuk perpisahan kelas enam, kita tahu pasti dimana letaknyaa ;) Oke, setelah ketemu, kita meneruskan perjalanan ke Taman Nasional Gunung Halimun Salak, atau apalah itu namanya ._. Jalan ke sana berkelok-kelok banget, dan lumayan jauh juga. Setelah sampai.. wuiihh..!! View-nya bagus banget lho.. banyak pohon-pohon (pastinya ._.) dan lokasi tempat kita parkir itu dekat banget sama sebuah curug (air terjun), namanya Curug Ciherang. Aku, Rifqi, dan sepupu-sepupuku; Adli, Affan, Aufa, Amira, dan Adell, langsung lari-larian ke curug itu. Tapi kita gak langsung nyebur kok..
     Paman Opik lalu memberi kita pilihan dua lokasi camping. Mau di bawah atau di atas? Kalau di bawah, lebih dekat ke curug, tapi kalau Minggu bakalan rame, berisik, dan kamar mandi umum-nya ngantrinya lumayan lama karena kamar mandi di bawah paling dekat dengan curug. Kalau di atas, ke curugnya sih memang harus turun dulu, tapi tempatnya oke, enak, sepi, dan toilet umum di atas juga gak banyak yang pake. Paling anak-anak pramuka yang camping-nya agak lebih jauh dari tempat camping kita nanti..
     So well, semua anak-anak setuju untuk camping di atas aja. Dan para ibu-ibu (Bundaku dan Tante Yana), gak setuju camping di atas, karena katanya gempor nanti ke atas -,- Tapi tetap kita, anak-anak, maunya di atas! Jadi DI ATAS SAJAA..!! Wkwkwk -,- Setelah memutuskan, kita naik ke atas dengan cara MEMANJAT. Well, bukan memanjat sih, ada tangga yang bentuknya gak beraturan. Terbuat dari tanah dan akar-akar itu. Licin juga pastinya. Dan lumayan curam. Tapi akhirnya kita sampai! Setelah menentukan mau masang tenda dimana, kita semua turun lagi (haduh) untuk memindahkan barang-barang dari mobil..
     Apakah turun dan bawa barang pake jalan yg curam tadi? Tentu saja TIDAK! Seorang petugas taman nasional itu, yang namanya Pak Jay, menunjukkan tangga tanah yang sedikit berbelok-belok, tapi tidak curam, di sisi sebelah kiri. Kita turun pakai tangga itu. Dan asal kalian tahu, pemindahan barang itu sungguh MELELAHKAN. Udaranya dingin pula, yah, sekadar kuberi tahu, udara dingin nggak bagus buat otot. Alhasil kita semua (anak-anak aja yaa) terkapar lelah di atas tumpukan barang-barang yang sudah berhasil dipindahkan.. :P
     Kita mulai membangun tendanya. Ada dua tenda, satu tenda abu-abu-merah yang besaarrr untuk 7 orang anak-anak, barang-barang keluarga Paman Opik, serta Paman Opik juga Tante Yana. Tenda satunya lagi warna oranye, tenda kotak yang lebih kecil, untuk Ayah dan Bundaku, juga barang-barang keluargaku. Kami, 7 anak-anak, membawa sleeping bag masing-masing lho! Tapi orangtua gak ada yang bawa. Untung kami bawa perbekalan; 1 selimut besaarr, 1 tikar persegi panjang yang kecil, 1 kasur lipat yang tipis banget, dan 1 alas tenda yang bahannya mirip terpal. Itu dijadikan alas deh :P Jadi walaupun sudah pakai sleeping, kita (anak-anak) dikasih alas lagi..
     Tendanya dibangun berdekatan, dan mulut tenda saling berhadapan. Dikasih jarak juga! Di jarak antara dua tenda itu, digelar terpal hitam untuk tempat kita makan. Tempat untuk masak ada di sisi sebelah kiri.
     Anak-anak lalu bermain-main di sekitar tenda. Main umpet barang. Hehehe.. kalau orangtuanya, asyik-asyik aja di tenda :P Sampai sudah mau sore, kita mandi bergantian di toilet umum yang untungnya kosong! Ya, di daerah itu gak ada lagi orang yang kemping. Paling dekat sih, kemping anak-anak SMP/SMA yang agak jauh juga dari tenda kita. tapi, tenda-tenda mereka masih terlihat kok dari tenda kita! Oh ya, yang perlu diketahui, GAK ADA AIR PANAS. Dan kalian tahu kalau air gunung itu SUPER DINGIN. Oh yeah, coba kalian bayangkan gimana kita mandi.. Yang orang dewasa sih mungkin tahan, kalau yang anak-anak sekedar bilas-bilas aja. Gak semua anggota badan kena air :P
     Lalu, Paman Opik menggoreng lagi ayam dan ikan yang dibeli Bunda di warung tempat kita tadi makan, untuk makan malam. Nyumm.. enak lho! Tapi, yah, suasana GELAP BANGET. Sampe gak kelihatan apa-apa.. =_= Untuk kita banyak persediaan senter. Satu senter digantung di tenda paling besar. satu senter di tenda yang kecil, satu lagi diikat di tali, untuk penerangan buat makan dan masak di terpal luar. Cukup teranglah! :)
     Lalu kita shalat isya berjama'ah. Yang laki-laki punya cukup tempat untuk sholat di dalam tenda yang besar, kalau perempuan sholat di terpal luar. Tapi tetap jama'ah! Lalu kita berdoa bersama-sama.
     Setelah itu.. API UNGGUN!! Yang ini juga gak kalah seru.. tanpa bantuan petugas di taman nasional, kita berhasil bikin api unggun! Tentu, sebelumnya kita sudah pesan kayu-kayu untuk api unggunan. Kita picu apinya nyala lebih terang dengan sampah-sampah plastik dan tisu-tisu yang dikumpulkan dalam plastik sampah. Oh ya, kita juga mengumpulkan ranting-ranting berwarna cokelat kecil-kecil yang sekurus lidi, yang banyak sekali bertebaran dimana-mana. Kami bernyanyi, mengelilingi api unggun. Lalu, kami disuruh mengambil kayu, masing-masing satu, mengucapkan janji kami keras-keras sambil mengangkat kayu itu, lalu meletakkannya di api unggun. Rasanya seperti upacara yang khidmat, tapi seru banget!
     Setelah itu, kami bermain-main dengan api unggunnya. Maksudnya, menjaganya agar tetap menyala. Lalu bercanda sambil tertawa-tawa. Ketika api unggunnya sudah mau dimatikan, tentu kami kompak ber-yaahh bersama :P Tapi kami tentunya tahu bahwa kami harus tidur, karena besok pasti bakal capek banget. Jadi, kami mulai menata sleeping bag lagi, masuk ke dalamnya, dan.. mulai.. tertidur.
     Yah, itulah kegiatan kami di hari Sabtu.. Lanjutannya nanti ya!

Label:

Poskan Komentar


Newer Post
Older Post